skip to main | skip to sidebar

Hidup Bijak

Memetik Pelajaran Hidup Dalam Dunia Fana

Pages

  • Beranda
  • FB
 
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
  • Resume Muthola'ah
  • Berita Zaman
  • Kajian
    • Fikih
    • Tafsir
    • Hadis
  • Video Dakwah
    • Kegiatan Taklim dan Ceramah
Kamis, 29 Oktober 2020

Antara Cinta & Jengkol

Posted by bangzaman on Oktober 29, 2020 – 2 komentar
 

image from www.konfrontasi.com

Cinta kepada Nabi Muhammad merupakan kewajiban setiap insan muslim. Bahkan, kewajiban kepadanya harus prioritas daripada makhluk-makhluk yang lain. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sabdanya :

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده ووالده والناس أجمعين

Tidak sempurna keimanan seseorang, sehingga ia lebih mencintai Rasulullah daripada anaknya, orangtuanya, dan manusia secara keseluruhan. (HR. Imam Muslim, 44., Imam Bukhari, 15)

Allah Ta’ala mempertegas dengan diberikannya sanksi bagi siapa saja yang lebih mencintai makhluk lain, daripada Allah, Nabi Muhammad dan jihad fi sabiilillah.

“katakanlah: jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang yang fasik. (QS. At Taubah : 9/24)

Imam Ash Shabuuni mengatakan; “yang dimaksud dengan keputusannya adalah sanksi, siksa dari Allah Ta’ala, bisa jadi segera atau ditunda pada hari akhir nanti”.[1]

Cinta terasa kosong, tak berisi jika hanya untaian kata pengakuan. Cinta butuh pembuktian dan pengorbanan. Inilah yang dilakukan para salafus saleh di masa dahulu. Diantara tanda bukti cinta kepada Nabi Muhammad adalah menyukainya karena ia suka, dan membencinya karena ia benci. Rasulullah mengatakan :

ومن أحبهما فقد أحبني ومن أحبني فقد أحب الله، ومن أبغضهما فقد أبغضني، ومن أبغضني فقد أبغض الله

“siapa saja yang mencintai keduanya (Hasan dan Husain) maka ia telah mencintaiku. Siapa yang mencintaiku, maka Allah akan mencintainya. Siapa saja yang membenci keduanya, maka ia membenci aku. Siapa yang membenciku, maka Allah akan membencinya. (HR. Imam Ahmad, 9671, perowinya tsiqat)

Bukan hanya pada seseorang saja, bahkan pada makanan dan seluruh sisi kehidupan harus menjadi tanda bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad. Imam Qadhi ‘Iyadh mengutip hadis Anas bin Malik tentang kesukaan beliau makan labuh karena ia pernah melihat Nabi Muhammad makan labuh, dan sering sekali.[2]

Selain itu, Abdullah bin Umar senantiasa mengenakan sandal sibtiyah, (yaitu sandal kulit yang telah disamak dan dicukur bulu-bulunya), yang diwarnai dengan warna kuning. Ia melakukan itu dikarenakan melihat Nabi melakukannya.[3] Lebih jelas ia katakan di dalam hadis, “fa anaa uhibbu an albasahaa/ maka saya suka mengenakannya”.[4]

Selanjutnya, Abu Ayub al Anshari berkata:

“dahulu Rasulullah saw apabila diberikan makanan (oleh sahabat), maka ia makan dan selebihnya diberikan kepadaku. Satu waktu, ada makanan yang ia tidak makan sama sekali, dikarenakan ada bawang putihnya. Lalu aku bertanya: “apakah ini haram? Ia menjawab: tidak, saya hanya tidak suka saja, karena baunya. Lalu Abu Ayub mengatakan: “mulai saat ini, saya tidak suka, apa pun yang anda tidak suka”. (HR. Imam Muslim, 2053)

Imam Nawawi mengomentari perkataan Abu Ayub al Anshari, “fa innii akrahu maa karihta/ saya tidak suka, apa pun yang anda tidak suka”. Inilah ciri-ciri pecinta sejati. Ia mampu mencintai apa yang dicintai kekasihnya, dan membenci apa yang dibenci oleh kekasihnya.[5]

Bau bawang putih saja Nabi Muhammad tidak suka, apalagi dengan jengkol, petai, dan rokok. Mungkinkah mereka yang berteriak cinta kepada Nabi Muhammad akan rela meninggalkan hal itu semua karena melihat kekasihnya tidak suka?

Titik tekannya pada sesuatu itu kita sukai sebelum kita berani meninggalkannya. apa saja. Tantang dan khitab ini tidak termasuk bagi mereka yang memang sudah tidak suka dari awal. Baik tidak suka jengkol, petai atau rokok. Karena hal ini sangat mudah, dan tidak ada tantangan.

Memang hal ini tidak bicara haram, hanya makruh saja. Tetapi disinilah pembuktian cinta sejati. Beranikah meninggalkannya??


Saudaraku yang dimuliakan Allah, inilah korelasi tema yang diangkat, Antara Cinta & Jengkol. Andaikan dahulu jenis makanan jengkol ada, dapat dipastikan Nabi pun meninggalkannya. Bersiapkah kita?? 

Hadis Abu Ayub al Anshari menjadi tantangan khusus buat mereka pecinta jengkol, petai, dan rokok. Memang ringan, hanya makanan saja, dan tidak menyebabkan orang yang meninggalkan jengkol, petai dan rokok akan mati seketika. 

semoga Allah mudahkan kita membuktikan cinta sejati kepada Nabi Muhammad saw., dan dikumpulkan bersama beliau di syurganya. Aamiin
 




TELAH DIBUKA PENDAFTARAN SISWA/I BARU SDIT SALSABILA TP. 2021/2022. DITUNGGU KEBERSAMAANNYA YA...., AYAH & BUNDA.

[1] Shafwatut Tafasir, j. 1 h. 529. Cet.Daar Ash Shaabuni, Mesir.

[2] Asy Syifa Bita’riifi Huquqil Mushthafa, h. 278. Cet. Daar al Hadis, Mesir. Begitu juga Fathul Baari syarah Soheh Bukhari, hadis no. 5433., j. 9 h. 638. Cet. Daar al Hadis, Mesir.

[3] Asy Syifa, h. 278.

[4] Fathul Baari, j. 10 h. 348. Hadis Imam Bukhari no. 5851.

[5] Soheh Muslim bi Syarhin Nawawi, j.7 h. 258. Cet. Daar al Hadis, Mesir.

[ Read More ]
Read more...
Postingan Lebih Baru Postingan Lama
Langganan: Postingan (Atom)
  • Popular
  • Recent
  • Archives

Popular Posts

Tentang saya

Foto saya
bangzaman
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Pembelajar sejati, sederhana, familiar, senantiasa memberikan manfaat kepada siapapun.
Lihat profil lengkapku

Mari Bergabung

Label

  • Artikel (29)
  • Berita (4)
  • Fikih (13)
  • Resume Muthola'ah (14)
  • Video Taklim dan Ceramah (2)

Archives

  • ►  2016 (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Des (1)
  • ►  2017 (7)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Nov (1)
  • ▼  2020 (33)
    • ►  Jun (15)
    • ►  Jul (12)
    • ►  Agu (3)
    • ►  Sep (1)
    • ▼  Okt (1)
      • Antara Cinta & Jengkol
    • ►  Nov (1)
  • ►  2021 (4)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (2)
 

Kelurga Tercinta

Kelurga Tercinta
 

Total Tayangan Halaman

Label

  • Artikel
  • Berita
  • Fikih
  • Resume Muthola'ah
  • Video Taklim dan Ceramah
 
© 2011 Hidup Bijak | Designs by Web2feel & Fab Themes

Bloggerized by DheTemplate.com - Main Blogger