skip to main | skip to sidebar

Hidup Bijak

Memetik Pelajaran Hidup Dalam Dunia Fana

Pages

  • Beranda
  • FB
 
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
  • Resume Muthola'ah
  • Berita Zaman
  • Kajian
    • Fikih
    • Tafsir
    • Hadis
  • Video Dakwah
    • Kegiatan Taklim dan Ceramah
Selasa, 27 Desember 2016

Pendidikan ≠ Bengkel Motor

Posted by bangzaman on Desember 27, 2016 – 0 komentar
 

Pendidikan dan Bengkel Motor, sekilas ada kesamaan, sama-sama merubah kondisi rusak menjadi baik, kondisi baik menjadi lebih baik lagi. Tetapi yang membuat beda adalah, klo Bengkel Motor yang berperan cuma satu, yaitu montirnya saja, si pemilik diam memperhatikan menunggu servisan selesai. Lain halnya dengan pendidikan, ia harus bekerjasama antara beberapa unsur : 1. Guru, 2. Orangtua, 3. Masyarakat/ Lingkungan. Tanpa tiga ini dapat dipastikan pendidikan akan GATOT, Gagal Total.

Hamka mengatakan “Pendidikan merupakan usaha pentransferan berbagaimacam pengetahuan terkait materi dan rahasia-rahasia kehidupan secara berkesinambungan, penuh perhatian, kepedulian dan kasih sayang kepada peserta didik, hingga akhirnya mereka mendapatkan keluasan ilmu dan akhlak mulia”. Hamka memadukan dua makna ta’lim dan tarbiyah dalam defenisinya.

Maka dari itu  Hamka menekankan adanya kerjasama yang cantik dan konsisten antara Guru dan Orangtua. Saling berkunjung, bertukar pengetahuan tentang si anak, menyampaikan perkembangan dan lain sebagainya, baik saat sholat berjama’ah-jika rumahnya berdekatan-, atau membuat janji pertemuan. Orangtua yang masa bodoh, maka akan berakibat gagalnya pendidikan anak.

Banyak contoh jenis masa bodoh :
Setelah anak pulang dari sekolahnya, saat itu atau beberapa waktu setelahnya ia tidak menanyakan kepada anaknya “bagaimana kegiatan di sekolah tadi?, belajarnya semangat kan?, ada tugas tidak?” atau semakna dengan itu. Tentunya dengan bahasa dan nada penuh semangat, tidak seperti mengintrogasi tersangka.

Tidak menegur anaknya jika tidak pas meletakkan peralatan yang telah digunakannya saat sekolah. Seperti tidak meletakkan sepatu, tas, atau pakaian kotor di tempatnya. Sehingga tanggungjawab anak dan kemandiriannya kurang.

Tidak mengingatkan anaknya sholat, muroja’ah, belajar dan lain sebagainya. Tetapi malah dibuatnya lalai dengan membiarkan asik dengan game di tab, hp, laptop atau lainnya. Terlebih lagi difasilitasi dengan internet dan tanpa pengawasan.
Dan banyak lagi contoh-contohnya…

Nabi Muhammad, dalam hadisnya senantiasa mengingatkan kita. “Perintahkanlah anakmu sholat ketika usianya sudah 7 tahun, dan pukul (mendidik) saat usianya 10 tahun, dan pisahkanlah tidurnya”. HR. Abu Daud, 495, hadis hasan.

Dalam hadis Abdullah bin Abbas, Rasul menyampaikan “muliakanlah (maksudnya sayangi dan hormati) anak-anak mu, dan perbagusilah adab atau akhlaknya”. Hadis hasan dalam kitab Targhib dan Tarhib.

Maka dari itu, mari bekerjasama (guru dan orangtua) dalam mendidik anak-anak kita, saling mengingatkan, bukan saling fitnah, saling memberi informasi bukan saling memarahi dan dengki, saling memotivasi bukan saling merendahi.

Semoga usaha kita diberikan kemudahan dan ridho dari Allah Ta’ala. Aamiin
Hikmah Hidup yang harus dijalani, hasil obrolan silaturrahim wali murid.
[ Read More ]
Read more...
Selasa, 17 Mei 2016

Saking takut, pingsan lalu meninggal

Posted by bangzaman on Mei 17, 2016 – 0 komentar
 
Dikarenakan takut kepada Allah, seorang pemuda yang mengetahui dirinya hanya berduaan di rumah seorang wanita asing, jatuh pingsan lalu meninggal.

Di masa khalifah Umar bin Khattab, ada seorang pemuda bertaqwa yang rajin ke masjid disukai oleh seorang wanita cantik. 

Wanita tersebut mengundangnya main kerumah. Sesampainya pemuda itu ke rumah wanita cantik, ia menyadari bahwa dirinya hanya berdua saja di dalam rumah.

Buah dari ibadah yang dilakukan, ketakwaan dan merasa diawasi Allah sangat kuat. Hingga ia pun merasa gugup dan ketakutan tentang kondisinya di rumah wanita cantik itu. 

Lalu pemuda itu pun pingsan. Karena rasa takut yang luar biasa, wanita itu menariknya keluar dan meletakkannya di depan pintu rumah.

Kemudian datang Bapak si pemuda dan membawanya pulang kerumah. 

Kondisi tubuhnya terus memburuk, pucat, menggigil dan akhirnya meninggal. Kemudian jenazahnya diurus sampai dikebumikan. 

Umar bin Khattab berdiri di samping kuburannya dan ia membaca firman Allah surat ar Rahman : 46:

ولمن خاف مقام ربه جنتان

“barang siapa yang takut kepada Tuhannya,  maka ia mendapatkan dua syurga dari Allah Ta’ala”.

Maka ada yang menyeru dari kuburannya : “sesungguhnya Allah ta’ala telah memberikanku dua hal itu wahai Umar. Ia memberikan ku ridho dan di atas ridho-Nya".

Menceritakannya oleh Syeikh Ibn Hajar dalam muqaddimah kitab az Zawajir.

Ibrah yang dapat diambil pelajaran
Buat anak muda, ini menjadi contoh buat kalian. Seyognya ibadah yang kalian lakukan menjadikan kalian takut kepada Allah, dimana pun berada. Sehingga, kalian tidak akan mengambil resiko BERPACARAN, yg saat ini menjadi budaya buruk anak muda.

Jangankan pegang tangan, beduaan saja pingsan. Luar biasa.

Sumber:
Manhajus sawi, Imam Zein bin Smith, h. 587. Cet. Daarul Ilm wad Da’wah. 
[ Read More ]
Read more...
Senin, 16 Mei 2016

Belajar dari Sua'iroh

Posted by bangzaman on Mei 16, 2016 – 0 komentar
 
Atha bin Abi Rabbaah berkata : “Telah bercerita kepada ku Ibnu Abbas : “maukah, aku kasih tahu wanita calon penghuni syurga?” Ia (‘Atha) menjawab : “iya, mau”. Ia berkata : “wanita hitam ini telah datang kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata :  “saya menderita penyakit ayan, dan aurat saya selalu terbuka (ketika penyakit itu datang). Maka doakanlah saya”. Ia (Rasul) berkata : “jika kamu sabar, maka syurga menjadi milik mu. Jika kamu mau, aku akan doakan kamu kepada Allah, maka Allah akan sembuhkan kamu”. Ia berkata : “aku bersabar saja. Ia melanjutkan ; tetapi aku khawatir aurat ku yang selalu terbuka (saat penyakit itu datang), mohonkanlah kepada Allah tentang hal itu”. Lalu Rasul berdoa untuknya”. (HR. Imam Bukhari : 5652)

Pelajarannya
  1. Bersabar dari penyakit,-bagi orang yang kuat dan mampu menahan rasa sakit yang luar biasa,- ternyata lebih utama dibandingkan berobat, baik dengan meminta doa atau datang kerumah sakit.
  2. Berobat dengan doa dan berserah diri kepada Allah lebih manjur dan manfaat dari pada berobat dengan tumbuh-tumbuhan. Hal ini harus memenuhi dua syarat; 1. Tujuan yang benar dari penderita, 2. Kekuatan hati dan tawakkal dari yang berdoa.
  3. Sabar atas merasakan sakit, maka Allah akan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. 
  4. Sakit yang diderita, lalu menjadi sebab seseorang meninggal, maka Syurga menjadi tempat kediamannya.
# Daliilul Faalihiin syarah Riyadhush Shalihiin, Syeikh Muhammad bin 'Allaan, hal. 168-169

[ Read More ]
Read more...
Postingan Lebih Baru
Langganan: Postingan (Atom)
  • Popular
  • Recent
  • Archives

Popular Posts

Tentang saya

Foto saya
bangzaman
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Pembelajar sejati, sederhana, familiar, senantiasa memberikan manfaat kepada siapapun.
Lihat profil lengkapku

Mari Bergabung

Label

  • Artikel (29)
  • Berita (4)
  • Fikih (13)
  • Resume Muthola'ah (14)
  • Video Taklim dan Ceramah (2)

Archives

  • ▼  2016 (3)
    • ►  Mei (2)
      • Belajar dari Sua'iroh
      • Saking takut, pingsan lalu meninggal
    • ▼  Des (1)
      • Pendidikan ≠ Bengkel Motor
  • ►  2017 (7)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2020 (33)
    • ►  Jun (15)
    • ►  Jul (12)
    • ►  Agu (3)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Okt (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2021 (4)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (2)
 

Kelurga Tercinta

Kelurga Tercinta
 

Total Tayangan Halaman

Label

  • Artikel
  • Berita
  • Fikih
  • Resume Muthola'ah
  • Video Taklim dan Ceramah
 
© 2011 Hidup Bijak | Designs by Web2feel & Fab Themes

Bloggerized by DheTemplate.com - Main Blogger