Dikarenakan takut kepada Allah, seorang pemuda yang mengetahui dirinya hanya berduaan di rumah seorang wanita asing, jatuh pingsan lalu meninggal.
Di masa khalifah Umar
bin Khattab, ada seorang pemuda bertaqwa yang rajin ke masjid disukai oleh seorang wanita cantik.
Wanita tersebut mengundangnya main kerumah. Sesampainya pemuda itu ke rumah wanita cantik, ia menyadari bahwa dirinya hanya berdua saja di dalam rumah.
Buah dari ibadah yang dilakukan, ketakwaan dan merasa diawasi Allah sangat kuat. Hingga ia pun merasa gugup dan ketakutan tentang kondisinya di rumah wanita cantik itu.
Lalu pemuda itu pun pingsan. Karena rasa takut yang luar biasa, wanita itu menariknya keluar dan meletakkannya di depan pintu
rumah.
Kemudian datang Bapak si
pemuda dan membawanya pulang kerumah.
Kondisi tubuhnya terus memburuk, pucat,
menggigil dan akhirnya meninggal. Kemudian jenazahnya diurus sampai
dikebumikan.
Umar bin Khattab berdiri di samping kuburannya dan ia membaca firman
Allah surat ar Rahman : 46:
ولمن خاف مقام ربه جنتان
“barang
siapa yang takut kepada Tuhannya, maka ia mendapatkan dua syurga dari Allah
Ta’ala”.
Maka ada yang
menyeru dari kuburannya : “sesungguhnya Allah ta’ala telah memberikanku dua
hal itu wahai Umar. Ia memberikan ku ridho dan di atas ridho-Nya".
Menceritakannya oleh
Syeikh Ibn Hajar dalam muqaddimah kitab az Zawajir.
Ibrah yang dapat diambil pelajaran
Buat anak muda, ini menjadi contoh buat kalian. Seyognya ibadah yang kalian lakukan menjadikan kalian takut kepada Allah, dimana pun berada. Sehingga, kalian tidak akan mengambil resiko BERPACARAN, yg saat ini menjadi budaya buruk anak muda.
Jangankan pegang tangan, beduaan saja pingsan. Luar biasa.
Sumber:
Manhajus sawi, Imam
Zein bin Smith, h. 587. Cet. Daarul Ilm wad Da’wah.






