skip to main | skip to sidebar

Hidup Bijak

Memetik Pelajaran Hidup Dalam Dunia Fana

Pages

  • Beranda
  • FB
 
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
  • Resume Muthola'ah
  • Berita Zaman
  • Kajian
    • Fikih
    • Tafsir
    • Hadis
  • Video Dakwah
    • Kegiatan Taklim dan Ceramah
Minggu, 31 Januari 2021

Bumi itu tempat yang nyaman

Posted by bangzaman on Januari 31, 2021 – 0 komentar
 

 

Alam naj’lil ardha mihaadaa, begitulah Allah menggambarkan bumi untuk manusia di dalam surat an Naba/78: 6. Yakni satu kondisi di mana manusia dapat merasakan ketenangan, keamanan, dan kenyamanan saat berada di atas permukaannya.

Imam Jalalain menafsirkan kata mihaada dengan firaasyan kal mahdi, tempat tidur yang dihamparkan/ bentangkan seperti tempat tidur bayi/ ayunan bayi.[1] Sehingga bayi yang ditempatkan di atas permukaannya merasakan halusnya dan hangatnya hamparan, lalu merasakan tenang dan nyaman hingga tidur pulas.

Maha Baik Allah menjadikan bumi ini tempat yang tenang, aman dan nyaman untuk manusia. Allah tetapkan dan atur sistemnya serta menentukan kadar-kadar yang berkaitan dengannya. Cuaca yang silih berganti, disesuaikan pada daerah atau negara yang membutuhkannya. Pepohonan dan pegunungan, disesuaikan jumlahnya untuk memperkuat kondisi bumi. Air  hujan yang turun dari langit telah ditentukan volumenya untuk kondisi bumi. Pantas jika ada musisi yang mengatakan bahwa tanah kita tanah syurga. Padahal ia baru lihat hanya sebagian saja, belum seluruhnya. Syurga yang ia sampaikan merupakan gambaran keindahan, keamanan dan kenyamanan untuk dihuni manusia.

Lalu bagaimana kabar bumi saat ini? Pada bulan Januari 2021 ini, BNPB telah mencatat 185 bencana yang terjadi di Indonesia, itu mulai dari 1 sampai dengan 21 Januari 2021. Sementara kompas.com., mencatat sampai dengan 23 Januari ini sudah 197 bencana alam terjadi. Artinya, selama dua hari ada pertambahan 12 bencana yang terjadi di Indonesia,-atau mungkin lebih saat saya menulis artikel ini,-. Mulai dari banjir, banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor, pesawat jatuh dan lain sebagainya.

Jika seperti ini, seakan-akan bumi tidak menjadi tempat yang aman dihuni oleh manusia. Atau bahkan menjadi ancaman buat manusia?. Na’udzubilaahi min dzaalik.

Jawabnya, “iya..”. Muhammad Quraish Shihab mengatakan, “penciptaan bumi telah dilakukan oleh Allah ta’ala sebagai mihaada (satu tempat yang aman dan nyaman dihuni oleh manusia), tetapi jika Allah berkendak di kemudian hari, Ia dapat menghentikan anugerah-Nya, sehingga bumi tidak lagi nyaman dihuni, malam tidak lagi gelap, atau manusia tidak dapat tidur, dan siang pun tidak dapat dimanfaatkan. Maka dari itu, jangan mendurhakai Allah dan jangan menolak kehadiran utusan-Nya”.[2]

Manusia dan alam semesta merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, memiliki keterikatan yang kuat, yang diciptakan oleh Allah ta’ala. Kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan menyebabkan keluar dan turun keberkahan dari bumi dan langit. Allah jelaskan dalam firman-Nya, surat al A’raf/7:96:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi….”

Imam Ibnu Katsir mengatakan, “keberkahan yang dimaksud adalah turunnya air hujan dan tumbuhnya tumbuhan dari bumi”.[3] Dua hal tersebut merupakan sumber kehidupan bagi manusia dan kebahagiaannya. Kenapa tidak, dengan turunya hujan akan tumbuh segala macam tumbuhan dan pepohonan, lalu berbuah dan jadikan makanan oleh manusia. Belum lagi rerumputan dan bunga-bunga yang menyegarkan. Dari semua itu dapat diolah untuk kepentingan manusia.

Akan tetapi, jika keburukan yang dilakukan manusia, yakni ketidaktaatan kepada Rabb-nya dengan melakukan maksiat di atas permukaan bumi. Seperti, merusak ekosistem alam, melakukan korupsi, tidak meneggakkan keadilan dan tidak mengikuti arahan ulama, maka Allah akan berikan hukuman untuk mereka melalui alam semesta, bumi dan langit serta isinya. Hal ini Allah sampaikan dalam firman-Nya, lanjutan surat al A’raf/7:96: “akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami hukum/ siksa mereka dengan apa yang telah mereka lakukan”.

Pada surat ar Ruum/30: 41, Allah jelaskan:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”.

Dengan demikian dapat difahami, bahwa terjadinya bencana dan musibah selama ini dikarenakan ulah manusia sendiri. Ia durhaka pada Allah ta’ala dengan melakukan kemaksiatan di atas permukaannya. Adakalanya dengan melakukan pembunuhan, ketidakadilan hukum, korupsi bantuan sosial atau lainnya, menggunduli hutan, membuang sampah tidak pada tempatnya, mempersempit jalur air/ drainase, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui, sanksi/ hukuman yang ditegakkan di muka bumi, lebih baik dari pada hujan 40 pagi. Tegaknya hukum dan keadilan menyebabkan terhentinya kezholiman dan kemaksiatan yang sifatnya sosial. Karena setiap orang akan berpikir panjang untuk melakukannya ketika hukuman ditegakkan. Dengan sendirinya, kemaslahatan akan dirasakan oleh setiap orang. Inilah hikmah dari hadis Rasulullah, riwayat Imam Ibnu Hibban, 4398., dengan lafaz berbeda diriwayatkan oleh Imam Nasai, 4904.

حدٌّ يُقامُ في الأرضِ خيرٌ مِن مطرٍ أربعينَ صباحًا

Maka dari itu, marilah akui dan sadari lalu bertaubat secara nasional, agar Allah mengampuni segala kesalahan dan kemaksiatan yang dilakukan, hingga muncul kembali keberkahan yang dinanti.


[1] Hasyiyah ash Shaawi ‘ala Tafsir al Jalalain, j. 4., h. 370. Cet. Daarul Fikr, Beirut, Libanon.

[2] Tafsir al Mishbah, vol. 15 h. 8. Cet. Lentera Hati, Pisangan Ciputat.

[3] Tafsir Ibnu Katsir, j. 2 h. 224. Cet. Daarul Jiil, Beirut

Label: Artikel, Resume Muthola'ah Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Leave a Reply

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
  • Popular
  • Recent
  • Archives

Popular Posts

Tentang saya

Foto saya
bangzaman
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Pembelajar sejati, sederhana, familiar, senantiasa memberikan manfaat kepada siapapun.
Lihat profil lengkapku

Mari Bergabung

Label

  • Artikel (29)
  • Berita (4)
  • Fikih (13)
  • Resume Muthola'ah (14)
  • Video Taklim dan Ceramah (2)

Archives

  • ►  2016 (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Des (1)
  • ►  2017 (7)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2020 (33)
    • ►  Jun (15)
    • ►  Jul (12)
    • ►  Agu (3)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Okt (1)
    • ►  Nov (1)
  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Jan (1)
      • Bumi itu tempat yang nyaman
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (2)
 

Kelurga Tercinta

Kelurga Tercinta
 

Total Tayangan Halaman

Label

  • Artikel
  • Berita
  • Fikih
  • Resume Muthola'ah
  • Video Taklim dan Ceramah
 
© 2011 Hidup Bijak | Designs by Web2feel & Fab Themes

Bloggerized by DheTemplate.com - Main Blogger