Imam Ibnu Rojab al Hanbali berkata :
“sebagian ulama salaf pernah ditanya, kenapa disyari’atkan berpuasa? Dijawab :
agar orang kaya merasakan bagaimana rasanya lapar, sehingga ia tidak mudah
melupakan orang yang lapar”. Hal ini pernah disampaikan dalam hadis
Salman, riwayat Imam Ibnu Khuzaemah dalam kitab shohehnya.
Siapa saja yang belum mampu untuk selalu mendahulukan orang lain dari pada dirinya, maka hendaklah ia lemah lembut berlaku sosial.
Kebanyakan ulama salaf, mereka selalu kedepankan kebaikan sosial, dengan cara berbuka bersama orang-orang miskin, atau terkadang mereka senantiasa mendahulukan kepentingan orang-orang miskin dari pada kepentingannya sendiri.
Abdullah ibnu Umar selalu berpuasa dan tidak mau berbuka kecuali bersama orang-orang miskin. Apabila peminta-minta di luar rumah, saat itu ia sedang berada di hadapan makanannya, maka ia berdiri dan memberikan bagiannya untuk orang tersebut, sedangkan keluarganya memakan yang sudah menjadi bagiannya, di pagi harinya ia berpuasa dan tidak makan sesuatu apa pun.
Diterjemahkan dari : Lathoiful Ma’arif, h. 313-314. Cet.Dar ibn Katsir
Marhaban ya Romadhon, syahrosh shiyam, wal qiyam, wal juudah, wal muwaasaah/ selamat datang bulan suci Romadhon, bulan puasa, bulan ibadah, bulan kedermawanan dan sosial.






