Tidak sedikit yang meminta saya mencarikan pasangan hidup buat teman, saudara dan orang yang baru saja berjumpa. Terlintas dibenak, "bahwa kesendirian itu kurang enak, baik dipandang atau pun dirasakan". Hingga akhirnya, ketemu satu kitab dari postingan seorang sahabat saat Musabaqah Qira'atil Kutub II, Ustadz Muhammad Zahruddin. Kitab yang dibawakan adalah Nafahaatul Misk al 'Aathiri bi Tsabat wa Asaaniid Syaikhinal Habiib al 'Allaamah Salim bin Umar bin Abdillah asy Syaathiri.
Mushannif mengatakan :
"untuk memudahkan seseorang mendapatkan jodoh, baik laki-laki atau pun perempuan, maka hendaklah ia membaca doa dari ayat al Qur'an yang terdapat dalam surat al Qashshash, ayat 24.
Doa tersebut pernah dibaca oleh Nabi Musa 'alaihis salam ketika sampai di kota Madyan dan berjumpa dengan putri Nabi Syu'aib 'alaihis salam (Shafuura dan Layya). Setelah itu, ia diajak untuk menemui ayahnya. Sesampainya di rumah, putri Nabi Syu'aib menceritakan tentang Musa kepada ayahnya, dan akhirnya Nabi Musa dinikahkan dengan salah satu putrinya.
Ulama tafsir berkata, 'dapat diambil kesimpulan, bahwa doa tersebut dapat menjadi amalan untuk memudahkan seseorang menikah. Sama saja laki-laki ataupun perempuan. Doa tersebut baik dibaca kapan saja, akan tetapi jika dibawa diwaktu mustajab, itu lebih utama. Seperti di akhir malam (waktu tahajud), dan setelah salat lima waktu. Ia ulang-ulang doa tersebut dengan penuh fokus, semangat, yakin, harapan dan ikhlas karena Allah. Boleh ia ulang-ulang dalam membacanya sebanyak 100 kali atau 200 kali. Doa itu adalah "Rabbii innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir".
#Nafahaatul Misk al 'Aathiri bi Tsabat wa Asaaniid Syaikhinal Habiib al 'Allaamah Salim bin Umar bin Abdillah asy Syaathiri., hal. 179. Karya Faris Muhammad bin Muhammad Abu Baari'ah.
Imam ar Raazi (w.606 H), dalam kitab Tafsir Mafaatiihul Ghaib menjelaskan, "doa tersebut menunjukkan atas hajat dan kebutuhan seorang hamba, baik makanan atau lainnya".
Kedua referensi tersebut saling menguatkan, merupakan hal baik jika ini dilakukan bagi mereka yang jomblo, karena ia memerlukan pendamping dalam hidupnya, sehingga hidupnya semakin berarti, bermanfaat dan menyenangkan.
Salam semangat dalam doa dan ikhtiyar.






