skip to main | skip to sidebar

Hidup Bijak

Memetik Pelajaran Hidup Dalam Dunia Fana

Pages

  • Beranda
  • FB
 
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
  • Resume Muthola'ah
  • Berita Zaman
  • Kajian
    • Fikih
    • Tafsir
    • Hadis
  • Video Dakwah
    • Kegiatan Taklim dan Ceramah
Rabu, 10 Juni 2020

Memahami & Memaknai Tema Hardiknas 2020

Posted by bangzaman on Juni 10, 2020 – 0 komentar
 

Ramadhan bagaikan madrasah/sekolah yang memiliki kurikulum hebat. Di tahun ini, ia memiliki mata pelajaran baru, yakni Covid-19. Pantaslah jika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, mengajak seluruh lapisan masyarakat, saat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), tanggal 2 Mei 2020., untuk belajar dari Covid-19. 

Itu sebagai bukti, bahwa apa yang diciptakan Allah, khsusnya Covid-19, tidak sia-sia, bahkan banyak manfaatnya. Ini yang diutarakan oleh Ulil Albab, QS. Ali Imran/3:190., “wahai Tuhan kami, tidaklah Kau ciptakan ini sia-sia (batil), Maha Suci Engkau, maka jauhilah kami dari siksa api neraka”. Imam Ibnu Katsir, mengatakan, Ulil Albab adalah orang yang memiliki pemikiran jernih, yang mampu mengungkap hakikat keberadaan makhluk. [Tafsir Ibni Katsir, 1/414]. Ini dimiliki oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita.

Lalu, pelajaran apa yang dapat diambil dari Covid-19?. Sebagai seorang pendidik, saya mencoba memahami dan memaknai apa yang disampaikan oleh Mendikbud tentang hal itu, paling tidak ada beberapa yang dapat diambil:

1.        Pendidikan Integrasi

Pendidikan integrasi maksudnya pendidikan yang bersatu padu antara guru dan orangtua. Pada pandemi covid-19, pemerintah menetapkan kebijakan untuk dunia pendidikan, agar pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) dilakukan di rumah masing-masing, secara daring.

Hal ini membuat sadar dan insaf bagi semua stakeholder akan penting dan sulitnya proses belajar mengajar. Terlebih lagi bagi mereka yang tidak dibekali dengan ilmu pedagogik. Fakta yang terjadi, orangtua menyadari bahwa mengajar anak,-kurang dari lima,-bukan merupakan satu hal yang mudah, bagaimana jika lebih, dengan karakter dan kompetensi serta talenta yang berbeda-beda.

Guru pun mendapati hal yang sama, yakni kesulitan, tanpa dukungan orangtua, follow up pembelajaran tidak akan terlaksana, sehingga penguatan nilai dan pembiasaan akan hilang, sirna begitu saja.

Dengan demikian, kerjasama keduanya menjadi sangat penting untuk keberhasilan pendidikan, dan kondisi ini makin terasa disadari ketika pandemi  terjadi.        

2.        Pendidikan Fakta & Keimanan

Sampai saat ini, Sabtu, 9 Mei 2020, jumlah terinfeksi virus di Indonesia sebanyak 13.112, sembuh 2.494, dan meninggal 943 jiwa. Sedangkan di dunia 3,93 juta, sembuh 1,31 juta, dan meninggal dunia 274 ribu jiwa. Artinya,  manusia tidak memiliki kekuatan sedikit pun. Virus yang sangat amat kecil ±, 0,125 mikrometer, membuatnya stress, prustasi, dan emosi. Mengganggu stabilitas ekonomi, keamanan dan pendidikan. Entah sampai kapan hal ini berakhir, hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Sebagai makhluk beragama, sandaran dan ketaatan kepada Allah jangan sampai pudar, terlebih dalam kondisi seperti ini. Memohon kepada Allah merupakan satu kewajiban, karena hanya Ialah yang dapat menolongnya. Iyyaakana’budu wa iyyaakanas ta’iin/ hanya kepada Mu kami menyembah, dan hanya kepada Mu kami meminta pertolongan. QS. Al Fatihah/1 : 5.

Ini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter, di mana iman, keyakinan dan sandaran seseorang semakin kuat kepada Allah Ta’ala. Sehingga, langkah yang ia lakukan, senantiasa mencontoh yang dipraktekan oleh Rasulullah saw. Adian Husaini menyebutnya sebagai Islamic worldview dalam pendidikan. [Pendidikan Islam, h. 10-23].

3.        Pendidikan Sabar

Guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, pemerintah memberlakukan program PSBB, pembatasan sosial berskala besar. Bekerja, belajar dan beribadah di rumah saja membuat orang jenuh dan bosan. Jika hal ini tidak disikapi dengan kesabaran, maka dipastikan pelanggaran akan terjadi di mana-mana, bahkan kerusuhan tidak dapat dihindari, seperti yang diberitakan Kompas.com - 29/03/2020.

Sabar adalah  perasaan atau kondisi tetap dalam ajaran agama dalam menyikapi goncangan hawa nafsu. Maksudnya, orang tersebut mengetahui Allah, Rasulullah, dan kemaslahatan yang akan ia dapati. Sehingga, ia berbeda dengan hewan yang senantiasa mengedepankan hawa nafsunya. [Mau’izhotu al Mu’miniin min Ihya ‘Ulumu ad Diin, j.2 h. 321]

Terlebih lagi di saat Ramadhan, bulan penuh kesabaran. Melalui puasa hal ini diajarkan. Karena ia tidak boleh makan & minum melainkan setelah masuk waktunya. Menahan dan sabar dari goncangan hawa nafsu, dalam kondisi lapar dan haus.

Orang yang sabar, Allah akan cukupkan pahalanya tanpa batas, QS. Az Zumar/39:10., mereka akan mendapatkan keberkahan, rahmat dan petunjuk dari Allah, QS. Al Baqarah/2:157.  

4.        Pendidikan Kepedulian dan Gotong-royong

Selama pandemi covid-19, tidak sedikit perusahaan, pelaku bisnis, pedagang, ojol, dan bahkan lembaga-lembaga, seperti pendidikan, mengalami penurunan penghasilan, atau bahkan tidak sama sekali. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, “prediksi pertumbuhan ekonomi masa pandemi sangat berat”. finance.detik.com., 4 Mei 2020

Tak ayal lagi, kondisi ini membuat jumlah fakir-miskin Indonesia akan semakin banyak. Ini, menjadi tugas dan tanggungjawab bersama, terutama pemerintah Republik Indonesia.

Bulan Ramadhan, melalui puasa, umat diajarkan bagaimana merasakan penderitaan orang lain walaupun sebenarnya ia sedang menderita. Konsep pemberian ta’jil berbuka, menjadi landasan yang disampaikan oleh Rasulullah saw.

من فطَّر صائمًا كان له مثلُ أجره، غير أنه لا ينقصُ من أجر الصائمِ شيئًا

“barang siapa yang menyediakan makanan berbuka, maka ia akan mendapatkan pahala puasa sepertinya, tanpa dikurangi sedikit pun”. (HR. Imam Tirmidzi, 807., hadis soheh

Bahkan dalam hadis Ibnu Abbas, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, 1902., dan Muslim, 2308., “Nabi Muhammad bertambah kedermawanannya saat bulan Ramadhan, dan itu melebihi angin yang berhembus silir semilir”.

Ibnu Rajab al Hanbali mencatat, Nabi Muhammad, sebelum diutus menjadi nabi memang termasuk orang yang dermawan. Ia senantiasa memberikan makan tetangganya dan orang miskin yang datang menghampirinya. [Lathaif al Ma’aarif, h. 229]. Ini menjadi bukti dan uswah buat bangsa saat ini, bahwa, di masa pandemi, terlebih lagi di tengah-tengah Ramadhan, marilah bersama-sama, bergotong-royong membantu saudara-saudara yang terkena dampak covid-19.

5.        Pendidikan Berbasis Teknologi Modern

Sejak ditetapkannya belajar di rumah oleh Kemendikbud, melalui Surat Edaran Nomor: 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020., seluruh sekolah melakukan upaya PJJ dengan menggunakan berbagai aplikasi yang memudahkan, menyenangkan dan aman bagi siswa/walimurid.

Tak dapat disangkal, sekola berkali-kali melakukan uji coba menggunakan media pembelajaran yang terbaik untuk siswanya. Sehingga, ragam aplikasi dikenal, yang sebelumnya tidak. Guru semakin kreatif dan inovatif, karena setiap hari ia berfikir dan mencari ide agar pembelajarannya menyenangkan.

Jiwa pembelajar untuk para guru, di masa pandemi ini semakin terasah. Perubahan managemen dan progam sekolah pun semakin maju, karena dituntut dengan kondisi. Termasuk juga orang tua, mereka menjadi guru di masa pandemi ini.

Demikian upaya memahami dan memaknai tema Hardiknas yang diangkat oleh Mendikbud, semoga dengan adanya covid-19 ini, stakeholder di dunia pendidikan semakin dewasa, cerdas, bijaksana, saling memahami dan mengerti satu dengan lainnya. Terima kasih Allah, terima kasih covid-19.
Label: Artikel Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Leave a Reply

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
  • Popular
  • Recent
  • Archives

Popular Posts

Tentang saya

Foto saya
bangzaman
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Pembelajar sejati, sederhana, familiar, senantiasa memberikan manfaat kepada siapapun.
Lihat profil lengkapku

Mari Bergabung

Label

  • Artikel (29)
  • Berita (4)
  • Fikih (13)
  • Resume Muthola'ah (14)
  • Video Taklim dan Ceramah (2)

Archives

  • ►  2016 (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Des (1)
  • ►  2017 (7)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Nov (1)
  • ▼  2020 (33)
    • ▼  Jun (15)
      • Hikmah Pandemi, Pesram SDIT Salsabila lebih Kreatif
      • Islam dan Mensikapi Pemimpin
      • Qunut Nazilah, apa dan bagaimana.
      • Memahami & Memaknai Tema Hardiknas 2020
      • Doa Anti Jomblo
      • Senjata Mukmin, Doa.
      • TP. 2019/2020, Angkatan "Shaabiriin"
      • Sanksi Meninggalkan Salat Jum'at
      • Doa dan Makanan
      • Adab-adab doa
      • Pembagian Rapor, SDIT Salsabila Tetap Istiqomah Pa...
      • Kyoiku Mama
      • Satu hewan kurban, untuk berapa orang?
      • Hamka; Pendidikan Islam itu Penting
      • Belajar dari Ikan di Laut
    • ►  Jul (12)
    • ►  Agu (3)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Okt (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2021 (4)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (2)
 

Kelurga Tercinta

Kelurga Tercinta
 

Total Tayangan Halaman

Label

  • Artikel
  • Berita
  • Fikih
  • Resume Muthola'ah
  • Video Taklim dan Ceramah
 
© 2011 Hidup Bijak | Designs by Web2feel & Fab Themes

Bloggerized by DheTemplate.com - Main Blogger