Senjata adalah alat untuk seseorang mengalahkan lawan, memenangkan pertempuran dan menggapai tujuan. Beda arena beda pula senjatanya. Seperti pelajar, senjatanya adalah pulpen. Gladiator, senjatanya adalah pedang, tombak, dll. Prajurit, senjatanya adalah senapan, dan lain sebagainya. Dengan senjata itulah dapat dipastikan mereka akan mengalahkan lawan, memenangkan dan menggapai tujuan.
Di dalam hadis, Nabi Muhammad saw., menjelaskan bahwa senjata orang yang beriman adalah doa.
الدعاء سلاح المؤمن
"Doa itu senjatanya orang yang beriman" (HR. Imam Hakim, sohehul Isnad)
Maka, dengan inilah ia dapat mencapai kemenangan dan meraih apa saja yang diinginkan. Seperti dijelaskan di dalam kitab Daliilul Faalihiin syarah Riyadhush Shalihiin, j. 1 h. 154-155 "seorang anak kecil (Abdullah bin Taamir) mampu mengalahkan hewan besar hanya dengan kerikil kecil yang ia bacakan doa ; "Allahumma in kaana amrur raahibi ahabba ilaika min amris saahir, faqtul haadzihid daabah/ wahai Allah, jika arahan rahib ini lebih kamu cintai/sukai daripada penyihir, maka bunuhlah hewan besar ini". Atas izin Allah, hewan itu mati.
Itulah diantara tanda bahwa doa itu senjata yang sebenarnya bagi orang beriman. Rasulullah menegaskan kembali di dalam hadisnya:
ألا أدلكم على ما ينجيكم من عدوكم ويدر لكم أرزاقكم؟ تدعون الله
في ليلكم ونهاركم، فإن الدعاء سلاح المؤمن
"apakah kamu mau saya beritahu tentang hal yang dapat mengalahkan musuh-musuh kamu dan menjadikan rizkimu berlimpah? Berdoalah kepada Allah di waktu malam dan siang hari mu, karena doa itu senjata orang-orang yang beriman". (HR. Abu Ya'la)
Satu peluang berharga bagi kita, jika banyak hal yang belum tercapai dalam hidup kita saat ini. Gunakanlah doa untuk menarik dan meraihnya. Karena hal itu difasilitasi oleh Allah dan Rasulullah. Jangan tertipu dengan akal dan kekuatan jasmani kita, karena hal itu hanya mendapatkan porsi sedikit saja di dalam kehidupan ini.
Mari mulai banyak berdoa, untuk kemenangan kita masing-masing.
Sumber utama:
1. Abwaabul Farj, Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani
2. Daliilul Faalihiin syarah Riyadhus Shalihiin, Syeikh Muhammad bin 'Allan as Shiddiqii asy Syaafi'ii.
1. Abwaabul Farj, Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani
2. Daliilul Faalihiin syarah Riyadhus Shalihiin, Syeikh Muhammad bin 'Allan as Shiddiqii asy Syaafi'ii.






