Nabi Muhammad bersabda :
النبي –صلى الله عليه وسلم- أمر بالسمع والطاعة بالمعروف وقال:
((منْ رأى من أميره شيئاً من معصية الله ؛ فليكره ما يأت من معصية الله ، ولا
يَنْزعن يداً من طاعة((
وقال: ((ومن أتاكم وأمركم جميع يريد أن يشق عصاكم ويفرق جماعتكم
فاضربوا عنقه((
“Nabi
Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar mendengarkan dan
taat secara baik kepada pemimpin, ia bersabda : “siapa yang melihat kemaksiatan
dari pemimpinnya, maka hendaklah ia benci atas kemaksiatan yang telah dilakukan
oleh pemimpinnya itu, tetapi janganlah ia cabut tangan dari ketaatan
kepadanya”. Hadis shoheh
Maksudnya adalah, kita diwajibkan membenci perbuatan maksiat yang
telah dilakukan oleh pimpinan kita, tetapi di satu sisi, kita tidak
diperbolehkan tidak mentaatinya atas perintah yang diberikan kepada kita,
ketika perintah tersebut tidak masuk dalam kemaksiatan.
Dalam hadis lain dijelaskan
“siapa saja yang datang kepada kamu dan memerintahkan untuk
menghancurkan kekuatan/ kepemimpinanmu, dan mencerai-beraikan kelompok kamu,
maka pukullah tengkuknya”. Hadis shoheh, riwayat Imam Muslim
Kedua hadis ini meniitik beratkan ketaatan kepada pemimpin selagi
intruksinya tidak kemaksiatan, dan Nabi sangat membenci orang-orang yang tidak
mentaati pemimpin yang telah dinyatakan sah dalam satu komunitas.
Soal-jawab Syeikh bin Baz.
وعن أبي ذر رضي الله عنه.
قال : إن خليلي
أوصاني أن أسمع وأطيع وإن كان عبدا حبشيا مجدع الأطراف. وعند البخاري : و لو لحبشي كأن رأسه زبيبة .
“dari
Abu Dzar, semoga Allah meridhoinya, ia berkata : sesungguhnya kekasihku (Nabi
Muhammad) telah berwasiat kepada ku agar aku mendengarkan dan mentaati
(pemimpin) sekalipun ia berasal dari budak kasar, terpotong jemarinya. Dan
dalam riwayat Bukhari : sekalipun pemimpin itu dari budak kasar, seakan-akan di
kepalanya itu ada ada anggur kering (terkesan lucu dan rendah).
و في ( ( الصحيحين ) ) أيضا : على
المرء المسلم السمع والطاعة فيما أحب وكره ، إلا أن يؤمر بمعصية ، فإن أمر بمعصية
فلا سمع ولا طاعة
“di dalam shoheh Bukhari dan Muslim dijelaskan : “Kewajiban seorang
muslim terhadap pimpinannya itu adalah mendengar dan taat pada intruksi yang
disukai ataupun tidak disukai, kecuali jika ia memerintahkan kemaksiatan. Jika
hal itu terjadi, maka janganlah ia dengarkan dan ia taati.






