Ikan yang hidup di air asin (laut), akan tetap tawar selama ia
hidup. Akan tetapi jika ia telah mati, akan berubah menjadi asin walau direndam
air garam yang terdapat dibejana dalam waktu beberapa menit saja. Dimasak dengan
beragam masakan, ditaburi bumbu maka ia akan terasa sesuai bumbu ditaburi.
Ikan tidak berubah rasa, karena ia hidup, dan hidup ditandai dengan
bergerak dan terus bergerak. Seseorang yang hidup, berfungsi akal dan hatinya,
dapat dipastikan tidak akan mudah terbawa arus pergaulan dan lingkungan. Karena
apa yang ia lihat, dengar dan rabah akan ia pikirkan terlebih dahulu dengan
akal dan hatinya.
Ia tidak akan menjadi perampok walaupun bergaul dengan perampok, ia
tidak akan menjadi pemalas walaupun bergaul dengan pemalas, ia tidak akan
menjadi egois sekalipun berada di lingkungan orang yang selalu menyatakan diri
“paling benar”. Hal itu dikarenakan adanya proses berfikir, pertimbangan, dan
diskusi terlebih dahulu, lalu ia praktekan dalam hidupnya, jika itu baik dan
bermanfaat untuk diri sendiri, terlebih lagi orang lain.
Ibnu Daiba’ mengatakan, ada perkataan sebagian ulama salaf “al
harokah barokah/ bergerak itu berkah”. Dijelaskan dalam ar Risalah al
Qusyairiyah; “gerakan zhohir membawa
pada keberkahan batin”.[1]
Gerakan zhohir adalah kegiatan/aktifitas sehari-hari yang sesuai dengan arahan
dan petunjuk Allah, yang baik dan bermanfaat untuk kita dan orang lain.
Keberkahan batin adalah kebahagiaan hati atau keuntungan yang tak terlihat dan
tak terhingga dalam hidup. Kebahagiaan dan ketenangan hati muncul karena
kebaikan yang kita lakukan, itulah amal soleh yang Allah janjikan keuntungannya
kepada manusia. Allah berfirman dalam surat ar Ra’du/13:28:
الذين
أمنوا وتطمئن قلوبهم بذكر الله، ألا بذكر
الله تطمئن القلوب
“(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”
Mengingat Allah berarti taat kepada Allah, yaitu melakukan
kebaikan-kebaikan/amal soleh di dunia ini, inilah gerakan yang sesungguhnya.
Dalam surat lain Allah jelaskan, surat an Nahl/16:97:
من عمل
صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة، ولنجزينهم أجرهم بأحسن ماكانوا
يعملون
“Barangsiapa
yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan
beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan
Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan”
Melakukan gerakan yaitu amal soleh, maka Allah akan berikan
kehidupan yang thayibah, menurut Imam ‘Atha kehidupan itu adalah
kehidupan yang dipenuhi rizki yang halal lagi berkah. Ada ulama lain, Ibnu
Abbas dan Ali bin Abi Thalib menafsirkan; “kehidupan itu adalah kehidupan yang
penuh kebahagiaan dan rendah hati”. Terus bergerak sebagai tanda kita masih
hidup. Terus bergerak sebagai upaya menggapai kebahagiaan. Terus bergerak tuk
meraih cita-cita dan kesuksesan.
Jangan hidup seperti ikan mati, yang mudah terpengeruh oleh bujuk
rayu keburukan, tanpa pikir dan paham langsung mengikuti apa yang menurut
nafsunya nikmat. Hidup seperti mati itu bahaya, terombang-ambing tanpa pijakan
dan tumpuan kuat. Ia akan sengsara dan menderita.
Banyak perintah Allah dan Rasul-Nya tentang “bergerak”, diantara:
- An Najm/53 ayat 39
وأن ليس
للإنسان إلا ما سعى
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”
- Al Jumu’ah/62 ayat 9
يأيها الذين أمنوا إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة
فاسعوا إلى ذكر الله وذروا البيع، ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
- Ali Imran/3 ayat 133
وسارعوا
إلى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السموات والأرض أعدت للمتقين
“dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”.
- Al Baqarah ayat 148
ولكلٍ وجهةٌ هو موليها فاستبقوا الخيرات أين ما
تكونوا يأت بكم الله جميعا، إن الله على كل شيئ قدير
[1] http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=1012&pid=236009&hid=324






