الله اكبر،... ...x۹ لا اله الا الله هو الله اكبر، الله
اكبر ولله الحمد. الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا، لا
اله الا الله والله اكبر، الله اكبر ولله الحمد
الحمد لله الذي أمرنا بالإخلاص والرضا على
ما قدّر، سواء كان خيرا أو شرا على كل
بشر. أشهد ان لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك الغفار القهار، الذي أمر
إبراهيم، خليل الله بذبح ولده الكريم في يوم النحر. ثم أجزاه بحسن الجزاء وأكثر، وأشهد
أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله خير الخلق والبشر، يقول في حديثه إنَّ الله لا يَنْظُرُ إلَى صُوَرِكُمْ
وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ، فتدبر!.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد ن المختار، وأله
الأطهار، وأصحابه الأخيار ، صلاة وسلاما دائمين ومتلازمين إلى يوم البعث والحشر.
(اما بعد) فيا
ايها الناس اتقوا الله تعالى واعلموا ان يومكم هذا يوم فضيل وعيد شريف جليل.
وقد قال الله تعالى: "ياأيها الذين أمنوا اتقوا
الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون".
وقال أيضا : "فبشرناه بغلام حليم، فلما بلغ معه
السعي قال يا بني اني اري في المنام اني
اذبحك فانظر ماذا تري قال ابت افعل ما تؤمر ستجدني ان شاء الله من الصابرين" (الصافات : 101-102)
قال النبي صلعم
: قال رسول الله صلعم : مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ
مُصَلاَّنَا. (رواه احمد وابن ماجه)
Allahu Akbar …3x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah
Di pagi yang penuh rahmat dan barokah ini, di hari berkumpulnya keutamaan Jum’at, Ayamul ‘Asyr dan Hari Raya ini, Allah masih memberikan ragam kenikmatan kepada kita, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah salat Idul Adha 1441H., di tengah pandemi covid-19. Semoga Allah pelihara dan jaga kita dari virus tersebut, dan amaliah hari ini, serta ibadah kurban yang dilaksanakan, diterima oleh Allah Ta’ala. Aamiin
Pada hari ini berkumpul dua hari raya, yakni hari raya ied dan jum’at. Maka, menurut pendapat yang mu’tamad/ kuat, walaupun telah melaksanakan salat ied, kita (kaum muslimin) tetap diwajibkan melaksanakan salat Jum’at, hal ini berdasarkan firman Allah, QS. Al Jumu’ah, ayat 9:
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.
Dan hadis Nu’man bin Basyir, ia berkata:
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقرأ في العيدين ويوم الجمعة بسبح اسم
ربك الأعلى، وهل أتاك حديث الغاشية. قال: وإذا اجتمع العيد والجمعة في يوم واحد
يقرأ بهما أيضا في الصلاتين.
“Rasulullah dahulu membaca surat sabbihisma rabbika dan hal ataaka pada sholat dua hari raya. Ia berkata: “apabila bergabung ‘ied dan sholat Jum’at dalam satu hari, maka ia boleh membaca keduanya untuk dua sholat tersebut”
Allahu Akbar …3x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah
Sama-sama
kita ketahui, bahwa perjalanan pandemi covid-19 di Indonesia sudah menginjak 5
bulan, kurang lebih, dan telah mengenai 100ribuan orang, sedangkan dunia 16jutaan.
Kita
ketahui pula, bahwa ragam sektor terdampak dengan kehadiran covid-19 di Indonesia.
Ratusan karyawan terkena PHK, tidak sedikit pengusaha, khususnya pelaku usaha
mandiri yang gulung tikar, hingga akhirnya, angka kemiskinan pun meningkat dari
sebelumya. Astaghfirullah wa atuubu ilaih…
Bukan
hanya itu, kehadiran covid-19 pun mengenai sektor pendidikan. Mulai dari
kesulitan membayar honor para guru dan karyawan, lembaga pendidikan pun harus
berkreasi dan inovasi dalam pelaksanaan pembelajarannya saat ini. Tidak sedikit
keluhan, rintihan dan bahkan putus asa yang kita dengar dari kondisi saat ini.
Selain
itu, para orangtua siswa yang mengeluhkan sulitnya mengajarkan anak,
mendampingi belajar dengan system daring, bahkan bertambahnya biaya kuota internet
untuk pembelajaran. Ditambah lagi keluhan bosannya anak berada di rumah terus-menerus,
tanpa bertemu teman bermain dan suasana yang monoton, itu-itu saja.
Inilah
ragam ujian dan cobaan kita saat ini, yang boleh jadi jauh lebih kecil jika
dibandingkan ujian dan cobaan para Nabi, khususnya keluarga Nabi Ibrahim yang
menjadi tranding topic pada bulan Dzulhijjah ini ini.
Dijelaskan
dalam hadis Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqash dari Ayahnya, ia berkata:
قلت يا رسول الله أي الناس أشد بلاء ؟ قال : الأنبياء، ثم
الأمثل فالأمثل، يبتلى الرجل على حسب دينه.
“wahai Rasulullah, siapakah yang mendapatkan ujian yang
sangat berat? Nabi menjawab: “para Nabi-nabi, lalu yang semisalnya. Diuji manusia
sesuai dengan pengetahuan agamanya”.
Dijelaskan
pula dalam hadis Fatimah binti al Yamaani, saudari dari Hudzaifah al Yamaani,
ia berkata:
قالت : أتيت النبي - صلى الله عليه وسلم - في نساء نعوده، فإذا بسِقاء
يقطر عليه من شدة الحُمّى، فقال : إن من أشد الناس بلاء الأنبياء، ثم الذين يلونهم
، ثم الذين يلونهم
“aku datang kepada Nabi-shallallaahu ‘alaihi wa sallam-bersama beberapa wanita untuk menjenguknya, tiba-tiba ia sedang dikompres karena sangat panas. Lalu ia berkata: “sesunggunya manusia yang lebih berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang yang menyertainya, lalu yang menyertainya”
Allahu Akbar …3x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah
Jika
kita menengok kisah Nabi Ibrahim dan kehidupan keluarganya, kita akan dapati
bahwa ujian dan cobaan yang dialaminya sangat luar biasa. Begitu banyak dan
berat ujian dan cobaan yang diberikan kepadanya. Allah jelaskan QS. Al Baqarah/2
: 124:
وَإِذِ ابْتَلَىٰ
إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ
لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي
الظَّالِمِينَ
“dan (ingatlah) ketika
Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya
dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman : “sesungguhnya Aku menjadikan engkau
sebagai pemimpin bagi seluruh manusia”. Dia (Ibrahim) berkata : “dan (juga)
dari anak cucuku?” Allah berfirman: “(benar, tetapi) janjiku tidak berlaku bagi orang-orang yang zhalim”.
Dalam
riwayat Ibnu Abbas dijelaskan:
الكلمات التي ابتلى الله
بهن إبراهيم فأتمهن : فراق قومه في الله حين أمر بمفارقتهم . ومُحاجته نمروذ في
الله حين وقفه على ما وقفه عليه من خطر الأمر الذي فيه خلافه . وصبره على قذفه
إياه في النار ليحرقوه في الله على هول ذلك من أمرهم . والهجرة بعد ذلك من وطنه
وبلاده في الله حين أمره بالخروج عنهم ، وما أمره به من الضيافة والصبر عليها
بنفسه وماله ، وما ابتلي به من ذبح ابنه حين أمره بذبحه
“beberapa kalimat yang
Allah jadikan ujian untuk Nabi Ibrahim dan ia mampu menyempurnakannya, ialah:
ketika berpisah dengan kaumnya, ketika berdebat dengan Namrudz atas
perselisihannya akan satu perkara, ketika dilemparkan ke kobaran api yang
sangat besar lagi panas agar ia hangus terbakar, ketika hijrah dari negaranya,
ketika hadir ke beberapa daerah sebagai tamu dan menerima jamuan, dan ketika
diperintahkan menyembelih anaknya, Ismail ‘alahis salam” (Tafsir Ibnu Katsir, j.
1 h. 157. Cet. Daarul Jiil, Beirut)
Allahu Akbar …3x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah
Jika
kita amati kisah penyembelihan Ismail ‘alahis salam. Bermula setelah selesainya
dakwah Nabi Ibrahim dari Palestin, ia beranjak pulang dan berjumpa dengan
keluarganya di Mekah. Ia dapati anak yang ditinggalkannya sedari bayi sudah
besar, kurang lebih berusia 13
tahun. (Tafsir
ar Raazi dan Imam Qurthubi, riwayat al Faraa’)
Hari pertama berjumpa, ia bercengkrama dan bersuka-ria dengan anaknya itu. Hingga datanglah mimpi dari Allah Ta’ala, dalam satu riwayat ketika malam Tarwiyah, lalu sore hari, lalu ketika hari ‘Arafah hingga hari Nahr mimpi itu selalu menyertai (Tafsir ar Raazi). Hingga akhirnya ia sampaikan berita tersebut kepada anaknya. Allah jelaskan, QS. Ash Shaffaat/37:102:
“Maka tatkala anak itu
sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:
"Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu.
Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku,
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku
termasuk orang-orang yang sabar”.
Allahu Akbar …3x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah
Hati
siapa yang tidak sedih mendapatkan ujian tersebut, hati orangtua mana yang
tidak kasihan akan kondisi anaknya ketika perintah penyembelihan itu diterima. Belumlah
rasa rindu dan kangen ini selesai dan terbayar, tiba-tiba saja Allah
perintahkan penyembelihan ini. subhaanallaah…
Begitu
juga dengan Ismail.., anak berusia 13 tahun, yang baru saja berjumpa dan
mengenal dekat siapa ayahnya. Tiba-tiba saja ia ditawari penyembelihan. Ia (Ismail)
tahu dengan yakin, bahwa setelah disembelih ia meninggalkan dunia, mati, tidak bisa
bermain dan berkumpul dengan teman, ayah dan ibunya.
Coba
kita bayangkan para jama’ah…, bagaimana jika hal ini menimpa akan diri kita. Bagaimana
dengan perasaan kita. Padahal, dengan corona saja, yang kemungkinan-kemungkinan
menjadi pilihan kita, rasa takut dan khawatir ini sangat besar menghantui kita,
hingga keluh-kesah kita sampaikan ke mana saja.
Allahu Akbar …3x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah
Nabi
Ibrahim dan Ismail berhasil menjalani ujian tersebut dengan penuh ikhlas, ridho
dan sabar kepada Allah. Melalui kecintaan tulus ia jalani semuanya. Pantaslah jika
Allah berikan ia gelar khaliilullah, kekasih Allah. Dijelaskan dalam
QS. An Nisa/4 : 125:
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا
مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ
حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
“dan siapakah yang
paling baik agamanya daripada orang-orang yang dengan ikhlas berserah diri pada
Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus?
Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-Nya”.
Al
Imam Fakhruddin ar Raazi mengatakan: “sebab penyandangan Khaliilullah
dikarenakan Nabi Ibrahim menjalankan perintah, larangan, ujian dan cobaan ini
dengan baik, sesuai dengan syariatnya saat itu”. Artinya adalah bahwa Nabi Ibrahim
menjalankannya dengan aslama wajhahu lillaah/berserah diri kepada Allah
dengan tulus-ikhlas.
Dengan
demikian, segala ujian, cobaan, takdir yang Allah berikan kepada kita, haruslah
kita terima dan jalani dengan penuh tulus, ikhlas dan ridho pada Allah Ta’ala. Dikarenakan
hal itu akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan pada diri kita. Sebagaimana Nabi
Ibrahim dan keluarganya.
Allahu Akbar …3x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah
Untuk
membantu munculnya ikhlas dan ridho dalam menjalankan ujian, cobaan dan seluruh
takdir yang Allah berikan. Cobalah kita renungi firman Allah Ta’ala, QS. Al Baqarah/2
:155
وَلَنَبْلُوَنَّكُم
بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”
Ayat
di atas difahami oleh Ulama tafsir, diantaranya al Imam Ibnu Katsir dan Imam Fakhruddin
ar Raazi, bahwa maknanya adalah qaliilu min/ sedikit dari. Artinya
adalah bahwa ujian tentang takut, lapar, kehilangan harta, jiwa, dan buah-buahan
hanyalah sedikit saja.
Boleh
jadi sedikit dari masa hidup yang kita rasakan. Boleh jadi sedikit dari jumlah
yang dimiliki, dan makna-makna sedikit lainnya. Fokus kita adalah kembalikan
semuanya kepada Allah Ta’ala, karena semuanya milik-Nya dan akan kembali
kepada-Nya.
الَّذِينَ إِذَا
أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“orang-orang
yang sabar adalah, mereka yang ketika terkena musibah, mengatakan : “sesungguhnya
kami milik Allah, dan akan kembali kepada-Nya”.
بارك الله لي ولكم في القرأن العظيم ونفعني واياكم بأياته والذكر الحكيم.
اقول قولي هذا واستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفروه
انه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua Idul Adha
الله اكبر،... ...x۷ لا اله الا الله هو الله اكبر، الله اكبر ولله
الحمد. الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا، لا اله الا
الله والله اكبر، الله اكبر ولله الحمد
الحمد لله الذي أمرنا الأضحية،
لأن فيها الفوائد، والبركة والأجزاء الكثيرة. أشهد ان لا اله الا الله وحده لا
شريك له، وأشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. اللهم صل وسلم على سيدنا
محمد بن عبد الله، وعلى أله وأصحابه ومن تبعه إلى يوم القيامة. (أما بعد)
فيا أيها اناس، إتقوا الله
حق تقواه لعلكم تفلحون.
وقد قال الله تعالى في القران الكريم: "ان الله
وملائكته يصلون على النبي يا يها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما".
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد صلاة وسلاما كثيرا.
Para jama’ah yang dimuliakan Allah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita, social-rohani kita, perhatian dan kasih-sayang kita kepada sesama. Khususnya pada kondisi pandemic saat ini, di mana saudara-saudara kita banyak yang terkena musibah, kesulitan harta dan juga usaha. Mudah-mudahan, pandemic ini segera diakhirkan oleh Allah Ta’ala.
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات. اللهم اكشف عنا البلاء
والغلاء والوباء والفحشاء والمنكر والبغي والشدائد والمحن ما ظهر منها وما بطن من
بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة، انك على كل شيئ قدير.
ربنا من لدنك رحمة وهيئ لنا من امرنا رشدا. ربنا اتنا في
الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله، ان الله يأمر بالعدل
والإحسان وايتائ ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعدكم لعلكم تذكرون،
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله اكبر.






